Friday, January 25, 2008

International Games 2008



Lolos babak ke 2, aminnn... Kalo nggak, malu nih udah majang-majang kaos kaya gini :p.

Details:

http://www.ig-2008.com/templates/Default/sports/schedules/Soccer.htm

Tuesday, January 15, 2008

Apa Ayat Favoritmu?

Tiba-tiba pikiran gw menerawang ke suatu malam di bulan oktober 2005. Tepatnya pas rohis sma negeri 8 jakarta lagi ngadain pemilihan mas'ul (penanggung jawab) barunya untuk setahun ke depan. Yah kalo tentang pemilihannya sih nggak usah dibahas, nggak menarik.

Yang menarik adalah satu sesi curhat yang kebetulan terwacanakan di antara 3 kandidat ketua rohis dan beberapa orang kakak kelas dan alumni ketika itu. Ada sebuah bahan diskusi yang sangat menarik -udah nggak inget siapa yang nanya pertama kali-,"Apa ayat favorit ente?"

Simpel namun asik juga kalo dipikir-pikir. Bukan berarti dari sekian ribu ayat Al-Qur'an yang indah dan penuh makna itu ada particular ayat yang punya kekuatan lebih, nggak. Cuman pasti ada lah kecenderungan kita untuk lebih memfavoritkan ayat tertentu yang kebetulan aja sesuai banget sama gejala-gejala hidup yang pernah kita lalui selama ini. Gw yakin, pasti ada ayat-ayat tertentu yang bisa bikin semangat hidup kita kembali bangkit lagi setelah kita baca.

Masih inget jawaban teman saya, bung adrin ketika itu adalah:

Artinya: Hai orang-orang yang beriman, mintalah pertolongan dengan sabar dan solat. Sesungguhnya Allah bersama orang-orang yang sabar (Al-Baqoroh: 153)

Ayat ini emang dahsyat eui. Udah kayak digest aja tentang solusi dalam hidup ini. Gw sendiri waktu itu kalo gak salah ngejawabnya:

Artinya: Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengatakan apa yang tidak kamu kerjakan. Sangat besar kebencian Allah jika kamu mengatakan apa yang tidak kamu kerjakan (Ash-shaff: 2-3).

Udah nggak inget deh what's my exact rationale behind my answer. Tapi memang ayat ini nyelekit banget kalo kita coba merenungi baik-baik.

Nah, merasa bahwa pertanyaan seperti ini cukup menarik, gw coba aplikasikan nih untuk pemilihan ketua rohis berikutnya. Satu orang yang gw inget betul, adik kelas gw yang namanya Bayu Satria Putera, pas sedang diwawancarain sebagai salah seorang kandidat ketua rohis menjawab ayat favoritnya:


Artinya: ...Tolong menolonglah kamu dalam kebaikan dan ketaqwaan dan janganlah tolong menolong dalam perbuatan dosa dan permusuhan. Bertaqwalah pada Allah, sesungguhnya siksa Allah sangat pedih (potongan Al-Ma'idah: 2).

Wah ini juga ayat yang dahsyat banget...

Mmm, rasanya dulu pernah inget jawaban dari orang-orang semacam yaul, hilman, priyo, ridho dan lain-lainnya, cuman seiring waktu emang daya ingat manusia semakin menurun...

Pertanyaan: apa ayat favorit gw saat ini? Waduh, tergantung mood sih emang. Kadang, in state of "militan" suka banget sama (9:111), terus kalo lagi mellow n nyufi sukanya (55:1-abis), atau juga yang baru aja diingetin sama kang erry (barakallah fik :)) yakni (47:ayat terakhir) dan masih banyak lagi yang lainnya. Cuman ada 1 ayat yang buat gw spesial banget. Nggak tau deh, kalo buat gw sih seperti menggambarkan arti hidup yang sejati dan sebenarnya aja. Dan juga kebetulan kalo inget ayat ini langsung inget memori-memori lama yang lumayan indah lah buat dikenang :). Ayat itu adalah (61:10-14) --> silakan dicek sendiri. Panjang jadi agak susah kalo dimuat di sini...

Nah giliran gw nanya balik dong, apa ayat favorit kamu? :)

*** Baca Qur'an setiap hari yooooooook........... :) ***

Tuesday, January 8, 2008

Why Hot and Why Cold?

Hari selasa kemaren pertama kalinya gw cengo' di kelas merhatiin lecturer ngedongengin rumus-rumus ribet dan gambar-gambar aneh, yang katanya sih tentang "Drude's model" alias "classical theory of metal". Gambar titik-titik kecil seliweran, huruf A sampe Z yang dirangkai sama kotak segitiga silang bulet (kayak maen PS aje, haha...) dan sebagainya khas anak material. Wow ndasku iso jebol iki...

Tapi alhamdulillah, setelah 2 jam berlalu, gw baru nyadar kalo nih pelajaran ternyata asik banget! Ribet tapi bener-bener menstimulan otak buat berpikir keras dan lojik.

Dan tiba-tiba gw teringat kata-kata kata-kata temen gw semester kemaren, adhi, yang bilang,"Wah prof. Wan Jun Ling itu ngajarnya enak banget ko!". Ck, kecewa gw. Salah besar tuh orang. Harusnya dia bilang,"DAHSYAT BANGET!!!!" Gak rugi lah kalo gw mesti naroh dia sebagai lecturer ke 2 terbaik di MSE (Materials Science and Engineering) setelah prof Wong Chee Cheong.

Anyway kemaren juga beliau ngejelasin tentang sebuah fenomena menarik. Dia nanya,"Why we can exhibit the feeling of hot or cold." Mm, menarik. Ada yang mau mencoba menjawab? Kira-kira dia ngejawabnya gini kemaren:

Just imagine we have two systems. System 1 is so called the stimulator, system 2 is our skin. Everything in the world, including those 2 systems, are built or arranged by sequence of atoms. The question is, how they behave in response to heat treatment (temperature changing)?

Now let's see what gonna be happened at low temperature. The atoms will start to vibrate although with only low amplitude. And realize that, increasing the temperature will lead those atoms to vibrate more and more, thus generate them to produce higher amplitude than before.

Back to the 2 systems. Let's say we are now standing in the hot place. From the theory we went through above, we can start to deduce that system 1 which is the surrounding vibrates with higher amplitude than system 2 which is our skin. Isn't that correct?

What happened next? Realize that vibration by atoms produce mechanical energy. Higher amplitude implies with higher mechanical energy. Then with the concept of sunnatullah that, nature will always try to minimize its energy to stabilize the system, some amount of mechanical energy gained by system 1 will then tansfer to system 2. The energy transfers is widely known as "heat". And that's why we can taste the feeling of hot... Then why cold? Just use similar approach vice versa.

Yah begitulah. Mayan top kan. Tahun lalu udah pernah dikasi basicnya sih tentang ginian, cuman nggak begitu detail. terkadang kita diajarkan untuk nrimo, tanpa berpikir kritis kenapa ini terjadi. Kalah deh sama budak-budak kecil (bahasa malay-nya anak kecil).

Cuman setidaknya sekarang gw udah bisa jawab pertanyaan dari beberapa temen,"Belajar apaan lo no di sono." :)

9 January 2008
On the verge of 1427 H
Menantikan saat-saat indah bersama prof Wan Jun Ling 4 bulan ke depan...

Saturday, January 5, 2008

Petunjuk Jalan

Assalamu'alaikum warohmatullohi wabarokatuh.

Sempat terpikir untuk pindah blog, tapi kok ngerasa sayang aja. Takut mengecewakan 3219 passengers yang sudah setia menemani saya selama fase "belajar menulis" setahun kemarin. Saya juga berprinsip nggak mau ngerepotin fans (baca: kamu) kok. Belum juga ngurusin link-link-an yang mesti diubah, terus "stasiunkenangan.blogspot.com" yang sudah betah nongol di cookies komputer kamu yang mau nggak mau bakal menambah porsi diet ketat mata (istilahnya Kang irvan Aulia nih...), juga masalah-masalah lain yang intinya sih, seorang blogger itu memang harus ramah sama fans-nya, atau ya resikonya bakal menerima ribuan sms dan IM protes,"kok gini sih","kok gitu sih."

Ya ya, udah udah, tenang aja, saya nggak akan pindah kok. Gitu aja ngambek. Tetap setia menemani kamu di stasiun yang penuh dengan kenangan dan cikal bakal kenangan lainnya. Insya Allah akan banyak banget perubahan-perubahan yang bakal kamu temui di stasiunkenangan.blogspot.com from now on. Apa aja? Makanya simak aja terus :)

"Dari arah mana-mana, KRL langsung tujuan ridho ilahi dan jannatu 'adn."

Yap, semoga lembar demi lembar html ini bisa mengantar saya dan kamu menuju maqom yang terbaik yang telah Ia janjikan kepada orang-orang bertaqwa. Allahuakbar :).

Radyum Ikono
Seriously serius,
tapi tetep senyum :)

Tuesday, October 9, 2007

今いちばんしたいこと

後三日両親がシンガポオルに来ます。両親にはもう二か月ぐらい会わなくて、すっごくさびしいです。ここの生かつはとても大へんですから、私はかなやんでいる事があったら、いつも母を電話してゆっくり話します。その後はどんなにもんだいが難しくても心が安心します。ですから両親がここにいる時間がとても大切にします。ほんとうにうれしく待っています。

今週の土曜日にもハリラヤがあります。その日にはムスリム人たちにとってとても大切な日です。私は去年のハリラヤに大使館へ行く事にもうきまりました。そこでほかのインドネシアのムスリム人たちといっしょうにおいのりをしたり、食事をしたりします。食事をしながら友達とたくさん話をします。もうだんじきしないので食べるのはへいきです。

でもいつも楽しい事ばかりを考えてもよくないです。来週の月曜日にすうがくのテストがあるので、今から勉強しないとれいてんをもらうかもしれません。がんばらなければなりません。

Sunday, March 25, 2007

私の将来 (結婚)


ラディウムイコノ

材料工学一年せい

将来を話す時,いつもみんなは仕事のことしか考えないと思います。まあ、私もそんなことを考えていますが、いちばんあたまの中から出る考えはやっぱり結婚です。

前からいつも思いました。結婚はすばらしいことです。毎日いつも二人だけで何かをしてるし、しぬまでにずっと二人でいてくれるし、そんなのは私にとってとてもすてきな話です。

でもずっと考えると、結婚はやっぱり難しいことだと思います。結婚はあいのことだけではありません。もっとたくさんもんだいがあるかもしれません。ですから、人生のけいけんをたくさんもちたいです。

多分、NTUからそつぎょうしてから結婚すると思います。あの日までにはまだたくさん時間がありますから、これからいっぱい大事なことをよく勉強するつもりです。

それから結婚について、私のゆめはたくさんあります。やさしくてきれいな女の人と結婚して、三人か四人こどもを持って、明るくていいかぞくを作ってほしいです。だれと結婚するのはまだぜんぜん分かりません。それはかみさまのないしょですから。

結婚式のほうは今までまだ考えませんが、大きくてすてきな結婚式を作りたいと思います。先生にもさそってあげますから、あの日までに待ってください。
おわり
-postingan ini saya munculkan lagi atas permintaan seorang kawan :D

Saturday, January 20, 2007

INDONESIAHOLIC : Indonesia Banget Gitu Loh!











Kalau orang gila kerja, biasa kita sebut workaholic. Sehari nggak minum bir rasanya mau mati? Berarti orang ini alcoholic. Nggak kalah seru, kemarin saya menemukan sebuah tulisan menarik yang terpampang di belakang baju seorang wanita bertuliskan “i’m touchaholic”. Lantas, kalau indonesiaholic, apa dong? Kalau kita telusuri dari 3 contoh di atas sih, indonesiaholic mungkin bisa kita artikan sebagai “gila indonesia” atau “kecanduan indonesia” atau “haus akan indonesia”. Yang mana yang benar? Walaupun istilah yang ke-3 agak aneh, tapi bisa kita simpulkan bahwa seseorang yang kita julukkan sebagai indonesiaholic, artinya dia adalah orang yang “Indonesia banget gitu loh!”. Jelasnya, orang-orang semacam ini, bisa jadi, memiliki kepedulian yang sangat besar terhadap Indonesia.

Orang-orang indonesia yang biasa-biasa saja alias non-aholic, atau katakan saja non-aholic indonesian, pasti capek menjadi bagian dari bangsa bermasalah ini. Yang ada dalam diri mereka hanyalah kemampuan untuk menyalahkan setiap kondisi yang mendera bangsa ini. Rasanya belum puas kalau dalam satu hari belum ngegosip, ngejelek-jelekin para anggota dewan. Rasanya belum puas juga kalau mereka belum membaca satu headline koran tentang korupsi seorang petinggi salah satu BUMN ternama. Dengan tenangnya, si nonaholic indonesian ini menghabiskan waktu satu hari mereka dengan sia-sia, ditemani dengan sebatang rokok, secangkir kopi dan sepaket papan catur atau kartu domino. Atau jangan kaget juga, seiring zaman, si nonaholic indonesian ini sudah mulai menjadi orang-orang signifikan dalam birokrasi-birokrasi tingkat atas. Ada seorang mahasiswa, kuliah di luar negeri, ditunjang dengan beasiswa mapan setiap tahunnya, dan kalau belajar selalu habis-habisan. GPA selalu di atas 4,8. Tapi, nggak ada sedikitpun dalam benak dia untuk men-setting sebuah pemikiran matang demi menyelamatkan “kapal” berawak 300 juta manusia yang kini sudah di ambang kekaraman ini.

Berbeda dengan teman-teman kita, para indonesiaholic. Yang ada di benak mereka adalah sebuah grand design yang canggih dan sudah tersusun rapi untuk menyambut kebangkitan Indonesia puluhan tahun ke depan nantinya. Mereka juga berpikir, nggak hanya bergumam dengan mulut, bagaimana caranya menyelesaikan persoalan bangsa ini, hari ini. Hingga, anak cucu mereka nanti akan melihat ke dalam sebuah museum peradaban, foto teman-teman kita di Papua hari ini yang kurus kering sambil memelas memelintir perut mereka yang belum disuplai makanan sedikitpun selama 3 hari, karena problema kemiskinan.
“Kakek, kok bisa sih negara kita dulu semiskin itu? Rasanya aku nggak percaya deh. Nggak masuk akal gitu loh”, kira-kira seperti itu mungkin pernyataan si anak cucu kepada kakek mereka, sang pahlawan bangsa, sang indonesiaholic.

Cukup bagi mereka, Bung YZ yang menjadi saksi atas bobrok dan amburadulnya moral bangsa ini. Cukup bagi mereka pula, para penumpang pesawat adam air dengan nomor penerbangan KI 574 yang menjadi korban atas berantakan dan semrawutnya segala jenis sistem yang ada di negara ini. Dan cukup bagi mereka, Pak SBY menjadi “tumbal” terakhir yang merasakan betapa njelimet-nya mengurus persoalan bangsa ini, hari ini.

***

Si indonesiaholic bangun dari tidur malamnya. Langsung ia buka laptop mini kesayangannya dan dalam hitungan detik dirinya sudah tersambung ke dalam situs http://www.detik.com/ yang memang sudah diset sebagai main page internet explorer 8.0-nya. Berita satu dan dua masih ia baca dalam keadaan tersenyum. Memasuki berita ke 3, “Kekalahan Tim Indonesia Dalam blablabla... Games”, ia mulai merasa sedih. Ia buka buku hariannya, sejurus kemudian ia tulis sebuah statement optimistik, khas seorang indonesiaholic.
“Dear diary, aku nggak main-main dengan hal ini. Liat saja 10 tahun lagi, dan aku akan buat Indonesia menjadi raja olahraga ASEAN dan 10 tahun berikutnya Indonesia akan menjadi raja Asia!”

Selesai browsing, ia langsung mengambil handuk dan bergegas ke kamar mandi. Tak lupa ia ambil semua peralatan mandi produksi asli dalam negeri miliknya. Tentang mandi, ia pernah menuliskan suatu hal menarik di buku harian spesialnya itu.
“Dear diary, aku punya 10 menit berharga, sembari aku guyurkan badanku dengan shower, untuk memikirkan langkah-langkah stratejik untuk menyelamatkan negeriku. Mungkin bisa aku mulai dengan memikirkan bagaimana caranya membuat sistem pendidikan yang efektif dan membangun. Hmm, pokoknya nggak boleh aku sia-siakan deh!” pikirnya. Luar biasa memang. Sementara sekian banyak non-aholic indonesian menghabiskan waktu mandinya dengan bersiul atau bersenandung ria, namun buat seorang indonesiaholic, hal tersebut merupakan hal yang tabu. Setiap detik bagi dirinya merupakan sebuah kesempatan untuk memikirkan sesuatu demi kebaikan Indonesia.

Jam sudah menunjukkan pukul 08.30 waktu singapura, dan cerita tentang si indonesiaholic ini belum selesai sampai situ saja. Kali ini ia sedang duduk manis di 2 baris terdepan di lecture theatre 5, mendengarkan penjelasan dari dosen Materials Science-nya. Setiap menghadiri kuliah, ia selalu pulang dengan coretan-coretan kecil di buku hariannya. Kali ini ia menulis,
“Dear diary, dunia kelak akan dikuasai oleh para materials scientist. Pengembangan-pengembangan berharga seperti nanotechnologies dan superconductor kelak akan menjadi kekuatan utama teknologi di muka bumi ini. Aku berjanji, 20 tahu dari sekarang, akan aku jadikan Indonesia sebagai pusat penelitian terbesar tentang dua hal tersebut. Aku yakin, peraih nobel fisika tahun 2027 nanti adalah seorang Indonesia!”

Selesai kuliah Materials Sciences-nya, ia langsung bergegas ke ruang tutorial 117 di south spine. Kebetulan, hari ini ia kedapatan jatah untuk presentasi perorangan dalam subject effective communication. Topiknya bebas. Maka hari ini, ia sudah membawa berlembar-lembar kertas sumber informasi yang ia kumpulkan selama 3 hari 3 malam. Ya, hari ini, ia akan mempresentasikan tentang Indonesia. Pariwisata, kebudayaan dan segala macam hal lain tentang Indonesia.
“Dear diary, aku berharap, dengan presentasi ini, teman-temanku yang banyak berasal dari singapura, china maupun vietnam akan memandang positif negaraku. Mereka nggak akan takut untuk berkunjung ke Indonesia. Aku akan mengembalikan citra baik Indonesia sebagai zamrud khatulistiwa!” tulisnya kemarin malam.

Hari itu memang hari yang sangat melelahkan buat si indonesiaholic. Setelah menyelesaikan semua kuliah dan tutorialnya, ia bergegas pulang ke asramanya. Saat itu sudah pukul 11.30 malam waktu singapura. Ia habiskan secepatnya soto ayam instan yang sudah tersaji di atas meja belajarnya dan segera menuju ke perantauan nun jauh di alam mimpinya. Biar aholic-aholic seperti apapun juga, ia tetap saja seorang manusia biasa yang merasakan letih dan butuh istirahat yang cukup.

Sebelum tidur, ia sempatkan untuk menulis suatu hal di dalam buku hariannya.
“Dear diary, terbayang dalam benakku, 20 tahun dari sekarang, berdiri sebuah perusahaan semikonduktor terbesar di dunia, namanya Tukang Listrik ltd. yang menurut survey majalah TIMES di akhir tahun 2027, perusahaan ini merupakan salah satu dari 5 company terkaya di seluruh dunia. Namun yang menjadi spesial, setiap tahun tidak kurang dari 20 milyar dolar disumbangkan oleh perusahaan ini untuk mengentaskan problematika kemiskinan di home country mereka, yang sudah bukan rahasia umum lagi, yaitu Indonesia.”
“Dear diary, jangan kaget ya. CEO-nya adalah si Ucok, alumni NTU tahun lalu lulusan NBS. Kemudian si Kuncung, yang sekarang sedang memasuki tahun ke 4-nya di jurusan teknik material NTU, menjadi kordinator quality controller-nya. Masih ditambah lagi si Badrul, sang peraih first class honour lulusan teknik elektro NTU tahun lalu, menjadi IC designer-nya. Masih kurang juga, mbak Tukiyem, mahasiswa tahun ke-3 psikologi NTU yang sekarang sedang ber-exchange ria ke Swiss, nggak tanggung-tanggung, menjadi Human Resources Development-nya company tersebut, ditunjang juga dengan skill komunikasi canggih yang dimiliki si mbak pokijan yang kata orang-orang sih calon-calon URECA-nya sekolah komunikasi dan informasi NTU semester ini, plus bung Tono yang sekarang sedang memasuki tahun ke-2 di fisika MIPA NTU menjadi bos research and development-nya. Dan di bawah mereka, masih banyak asep-asep, bambang-bambang dan aminah-aminah lulusan NTU lainnya yang siap jungkir balik memajukan perusahaan yang cabangnya udah melanglang buana ke seluruh penjuru dunia tersebut.”

“Dear diary dan semua yang sedang tertawa membaca tulisan ini. Hanya ada satu kenyataan di balik semua mimpi-mimpi di atas. Mereka semua adalah para Indonesiaholic, yang telah mengorbankan harta, jiwa dan raga mereka demi bangsa Indonesia tercinta ini, yang nggak lain nggak bukan, adalah saya, dan tentu saja, KITA semua!”

***

Ah, ikono norak banget tulisannya... Kalo kata adrin, "Lima taquuluu na maa laa taf'aluun, no =p"

Passenger waited at Kenangan Station


Hanya selintas pemikiran untuk merangkai setiap stasiun kenangan dalam hidup saya menjadi sebuah rute perjalanan yang indah

About Me

Singapore, Jurong, Singapore
Full-Time Undergraduate Student Materials Science and Engineering Nanyang Technological University Singapore