Sunday, August 17, 2008

INDONESIA

Rasanya baru ertama kali saya menangis dalam upacara bendera. Hentakan dan alunan lagu kebangsaan, diiringi kibaran bendera merah putih tadi pagi betul-betul membuat saya merinding. Rasa sedih dan takut yang ditemani secercah harapan berbaur menggetarkan relung jiwa ini.

Sedih, karena ibu pertiwi kini sedang merintih. Cukuplah jutaan penduduk yang menangis, mengerang mencari sesuap nasi yang menjadi saksi atas sakitnya bangsa ini. Dan cukuplah pula gundulnya hutan kalimantan, danau limbah di freeport dan lautan lumpur di sidoarjo yang menjadi saksi atas kehancuran bumi Allah yang amat indah ini.

Takut, karena sesugguhnya saya telah lalai. Kita telah lalai. Lalai dalam menjaga amanah besar yang telah Ia titipkan. Amanah besar kita sebagai khalifah fil 'ard yang terlahir di Indonesia. Apa yang sudah kita perbuat?
Di hari ketika mulut membisu dan hanya tangan dan kaki yang mampu berbicara, jawaban seperti apa yang harus kita utarakan atas reyotnya kapal besar yang dinakhodai oleh mayoritas penduduk Islam ini? Pertanggungjawaban macam apa yang harus kita uraikan atas keacuhan, kelalaian, dan bahkan keterlibatan kita dalam keterpurukan ini?

Namun air mata telah mengering. Lapangan KBRI di bawah terik matahari, serpihan daun-daun mahoni dan melodi ritmik burung gagak akan menjadi saksi bahwa negara ini masih memiliki harapan. Harapan untuk bangkit, berdiri tegak, dan menjadi bangsa yang betul-betul mencintai Allah, dan Allah pun mencintainya.

Dirgahayu Republik Indonesia yang ke-63.

Singapura,
17 Agustus 2008

Yang bangga menjadi bagian kecil dari kebesaran Indonesia,
Radyum Ikono

Tuesday, August 5, 2008

INDO-NTU ALUMNI NITE

Ayo dateng! Kapan lagi nostalgia ketemu temen2 lama... :)


Wednesday, May 14, 2008

"Yes, I'm Wrong..."

NTUMeSsage
9 Jumadil Awwal 1429 H

Assalamualaikum Warahmatullah Wabarakatuhu

"Yes, I'm Wrong..."
by: Radyum Ikono

"I can prepare it later", said Abdullah Ka'ab bin Malik to himself after recieving order from prophet Muhammad, directed to all muslim fellows to get prepared for battle of tabuk. He went back to his house and indeed didn't prepare anything.

The battle of tabuk was quite special, because that was the first time muslims would have a fight with the Romans, one of the greatest empire in the world at that period of time. In addition, approximately 3000 numbers of muslims would face immense difficultuies in overcoming the power of ±10000 roman's forces. The situation became even worse as Tabuk (the place of the battle) was the farthest location among all location of battles that had been encountered by Muslims. Obviously, only those who really had a strong commitment of Islam would go for this war.

When the day came for muslims to go for the battle, Ka'ab was still haven't prepared anything to join the forces. He said, "I will prepare it later, in 1 or 2 days, and I will join them after they all leave madinah." He –again- went back to his house and didn't prepare anything. Soon, after Rasulullah and his fellows had left Madinah for several days, Ka'ab realized that he could not reach and join them; the temperature was very hot at that time and it was very difficult to find the way through alone. He indeed realized that he had infringed upon Rasulullah's order...

However the battle did not actually happen. The Roman army did not come to the appointment place. After waiting for few days, the Muslim forces headed back to Madinah.

* * *

The decision had been set. As the punishment for Ka'ab for not attending the war, he would be isolated from the society. Rasulullah forbided people to talk and to be in contact with Ka'ab for 50 days. Ka'ab accepted that punishment without any objection. He gently admitted that he was wrong.

Those 50 days, however, didn't go through smoothly, as there were a lot of temptations as well as calamities. There was a letter from Ghassan clan, persuaded Ka'ab to join their clan. However, he declined the offer. The worst thing came at 40th day; one of Rasulullah's messenger came to Ka'ab and told him not to interact with his wife!

Alhamdulillah, with the mercy from Allah, Ka'ab bin Malik could pass through all the 50 days of punishment. Some of his friends celebrated, welcoming him back. They cried and hugged him, showing deep love to their brother because of Allah...

* * *

Points to Learn:
1. Do not ever procrastinate your job, especially for job involving a lot of people (e.g. serving community). Conquer time before you conquer other things. Successful people are those who are able to lead the time, not be led by time.

2. Make an iqob (punishment) system. Rasulullah and his muslim fellows at that time were very used to this kind of system. In another story, Umar bin Khattab sold his garden just because he missed the 1st raka'at of solat in mosque. Abu Lubabah was the one who 'really loved' to tie his neck on the pillar of mosque whenever he felt of breaching Rasulullah's order. Now, why don't we try to apply this system to our self? Make some promises or targets of any good deeds, hence, whenever we fail of making them, force yourself to be punished...

Wallahua'lam...

Want to know more about history of Islam? Just Google it and allocate your spare time :)

Maroji' (Reference):
1. Anis Matta, Dari Gerakan ke Negara. Jakarta: Fitrah Rabbani, 2006
2. http://blog.its.ac.id/indramuslim/2008/02/08/karena-kejujuran-cobaan-berubah-menjadi-nikmat/#more-197

Monday, April 14, 2008

Gubernur Baru

Gubernur kok gelarnya Lc....

Maju terus Jawa Barat! Moga makin beriman deh (abis gubernurnye Lc. sih hehe).

Salam,
Iko
Warga Depok yang Baik

Friday, April 11, 2008

PETASAN (Pentas Nasyid Delapan) 2006

Abis ngegubrak-gubrak (bahasa apaan nih :p) sent items gmail nih. Tiba-tiba nemu sebuah artikel yang cukup "ngangenin". Bener-bener ngingetin masa SMA dulu, pas masih 'kacau-kacaunya' (maksudnya sekarang udah makin kacau hehe :p).

Jadi ceritanya artikel ini dikirim ke Annida, dan alhamdulillah dimuat...

Yah sekali-sekali nostalgia dikit ga papa kan. Seru juga sih dulu kalo nginget-nginget ngurusin acara ini. Huff... Btw apa kabar nih Anak-anak rohis 8 angkatan 2006 dulu? ^^

Semoga selalu dalam naungan hidayahNya...

ur bro,
Ikono

PETASAN!

Sabtu, 30 April 2005, telah ditemukan PETASAN ‘meledak’ di sebuah sekolah di wilayah Bukit Duri, Jaksel. Loh, kok bisa? Bukannya udah dilarang sama pemerintah? Apalagi katanya ada sangkut pautnya sama kegiatan ROHIS... Sebenernya ada apaan sih...? Makanya simak aja deh artikel berikut

PETASAN (Pentas Nasyid Delapan)
Ada yang pernah denger istilah itu? Haah, belom...? Wah, nampaknya kudu sering gaul tuh. Yap, seperti yang ditulis di mukadimah di atas, sekitar 2 minggu yang lalu atau tepatnya hari sabtu, tanggal 30 April 2005, teman-teman kita di ROHIS SMAN 8 Jakarta mengadakan sebuah acara bertajuk PETASAN (PENTAS NASYID DELAPAN), bertempat di SMAN 8 Jakarta, Bukit Duri, Jaksel. “Tujuannya adalah untuk memperkenalkan nasyid, bahwa nasyid itu gak kalah asyik kok dibanding musik-musik zaman sekarang. Kita juga pingin nunjukin kalo remaja muslim sekarang ini juga bisa prestatif, gak cuma ngaji doang,” kata ikhsan selaku wakil ketua acara ini.
Lantas, emangnya ada apaan aja sih di PETASAN? Apa sih yang menarik dari kegiatan ini? Makanya, lanjut yook...

GRATIS tapi Berbobot looh...
Hari gini masih ada yang gratis...??? Masa sih... Tapi itulah kenyataannya. Percaya nggak, dalam acara ini tidak dipungut biaya sepeser pun looh..!! Salah seorang panitia mengungkapkan, “Sengaja sih, biar yang dateng banyak. Maklum, kami sadar nasyid kan belom setenar musik-musik pada umumnya. Jadi, kembali ke tujuannya yaitu untuk memperkenalkan nasyid, maka kami menyepakati untuk tidak memungut biaya sepeserpun.” Hmm, gratis... Jangan-jangan acaranya gak seru nih... Eiits, ntar dulu! Jangan prasangka sembarangan dulu ya. Biar gratis tetep berbobot looh... Ada opening act dari GRADASI yang membuat penonton langsung jadi heboh, trus penampilan drama dari Teater Cermin, nasyid dari SMA 31, SMA 14, SMA 4 Depok (ketiganya sengaja diundang karena nasyidnya cukup terkenal), dan ada juga special performance dari tuan rumah, yaitu kolaborasi nasyid dan rampak, diselingi dengan tausiyah dari Ustadz Bambang Suherman, kemudian ditutup oleh penampilan yang kocak dan seru dari SNADA. Sambil dipandu oleh MC Bang Zaenal Radar (penulis FLP) tentunya membuat acara ini menjadi semakin asyik aja.

Penggalangan Dana Buat Nias
Sesuai dengan tema kegiatan ini, “Berdakwah Dalam Nada, Tunjukkan Indahnya Berbagi Rasa”, artinya, sambil berhibur menikmati alunan nasyid, tentunya kita gak boleh lupa dong sama sodara-sodara kita yang lagi ditimpa musibah. Yap, memang pada acara ini juga diadakan penggalangan dana untuk korban bencana di Nias. Dana dipungut selain dari peserta, juga dari panitia. “Yah, kami memang sengaja membuat teman-teman penonton sekaligus panitia me-memorize lagi saudara-saudara kita yang belum lama ini diberikan ujian oleh Allah swt, salah satunya di Nias,” ujar salah seorang panitia. Kenpa ke Nias? “Lebih update aja sih sebenarnya. Lagipula keadilan itukan tidak melihat agama. Siapa tahu dengan bantuan dari kita ini justru membuat mereka mendapatkan hidayah dari Allah,” tambahnya.

Jalannya Acara
Sebenarnya acara berjalan dengan normal, tidak ada masalah yang cukup signifikan. Hanya saja sesekali masalah-masalah pada sound system membuat acara jadi sedikit terganggu bahkan sempat dihentikan sekitar 30 menit. Acaranya sendiri dihadiri oleh sekitar 100-150 orang, termasuk siswa SMAN 8. “Acaranya seru, asyik, menghibur. Mungkin kekurangannya di publikasinya. Harusnya yang dateng bisa lebih banyak lagi,” kata salah seorang penonton. “Kalo bisa tahun depan diadain lagi dan dibuat lebih variatif,” ujar penonton yang lain.
Para panitia pun terlihat puas dengan hasil yang sudah dicapai. “Alhamdulillah, setidaknya kerja keras kami selama hampir 3 bulan menuai hasil yang cukup memuaskan,” ungkap Dipta selaku ketua panitia. “Mungkin koreksinya buat tahun depan, kalo bisa publikasinya dibuat lebih gencar lagi, dan tanya-tanya info ke sekolah lain. Soalnya, ternyata saya dapet info bahwa di sekolah-sekolah lain juga sedang banyak diadakan pentas seni islam pada saat yang bersamaan,” tambahnya.
OK, deh. Sukses selalu ya! Mari kita bangkitkan nasyid untuk menghidupkan hegemoni musik-musik yang cerdas, gaul dan syar’i. Allahu Akbar!

Radyum Ikono
Panitia

-- Dengan sedikit revisi, maklum jaman udah berubah :)

Wednesday, April 9, 2008

PINTU is on The Air!


Manis bener dah :). Moga kita bisa makin kompak deh :).

Cheers,

Radyum Ikono
Presiden
PINTU Periode ke-6
+6593646417

~ PINTU di hatiku, di hatimu, di hati kita semua ~
note: met exam ya semua :D

Kangen

Waiting is indeed bore-generating job. And 1 year is indeed such a long period that i really have put my patience all along. No single word can express my feeling except, "kangen."

And i shall shout it out with all my sincerity:

"Welcome Back Neville"

The best right back ever after. I've been waiting to see your consistency, admirable pace, knuckle cross, leadership and on top of everything, your controbution to bring Man U to be the top of England and Europe. Yes, Glory glory Manchester United...







Regards,

Truly me
Rekor 2 pos dalam 1 hari :D

Will be going back soon, mom n dad, i'm coming :)

"... Maka barang siapa mengharapkan pertemuan dengan Rabbnya maka hendaklah dia mengerjakan kebajikan dan janganlah dia mempersekutukan dengan sesuatu apapun dalam beribadah kepada Rabbnya" (Al-Kahf ayat terakhir)

Passenger waited at Kenangan Station


Hanya selintas pemikiran untuk merangkai setiap stasiun kenangan dalam hidup saya menjadi sebuah rute perjalanan yang indah

About Me

Singapore, Jurong, Singapore
Full-Time Undergraduate Student Materials Science and Engineering Nanyang Technological University Singapore